Anak terlalu dimanja kakek dan neneknya?

Biasanya ini terjadi kepada keluarga yang tinggal bersama orangtua atau mertua, bukannya tidak bisa beli rumah sendiri tapi karena mungkin ada sebab-sebab lain yang menjadi pertimbangan untuk tetap tinggal bersama.

.

Nah dalam perjalanan waktu, biasanya akan ada masanya ketika kita dan pasangan sedang dalam proses perbaikan pola asuh anak, eh… sering kali kakek atau nenek memberikan pola asuh yang berkebalikan dan sering kali justru membuat cucunya menjadi anak yang manja.

.

Saya yakin niat mertua atau orangtua kita itu baik, wujud rasa kasih sayang mereka kepada cucunya. Namun kalau caranya salah dan kadar rasa sayangnya berlebihan, justru akan mempengaruhi mental cucunya.

.

Banyak pasangan memilih diam dan ngedumel dibelakang saat mengalami kejadian ini. Masalah tidak selesai, justru menambah beban pikiran dan jantung. Yang bikin galau biasanya karena takut durhaka kalau ngingetin orangtua atau mertua ketika pola asuh mereka salah.

.

Menurut saya, justru kita lebih durhaka ketika kita membiarkan orangtua atau mertua kita terus melakukan kesalahan yang menyebabkan rusaknya masa depan cucunya. Rasa sayang harus tepat kadarnya dan diberikan pada saat yang tepat.

.

Lalu cara mengingatkan  orangtua atau mertua kita bagaimana Kak Cand?

.

Satu hal yang harus dipersiapkan di awal bukanlah teknik, namun mental dan keberanian untuk “head to head” dengan pola pikir mereka.

.

Kita menegur orangtua dan mertua kita ketika ada pola asuh yang salah bukan dengan emosional saja, namun dengan data dan fakta.

.

Karena ada sebagian orangtua atau mertua sedang dalam masa post power syndrome (biasanya muncul setelah orang kehilangan kekuasaan atau jabatan, diikuti dengan harga diri yang menurun) akibatnya, mereka merasa tidak lagi dihormati dan lebih mudah tersinggung dan curiga, maka libatkan mereka dalam kemajuan prestasi cucunya. Beri peran-peran spesifik dalam pengasuhan cucunya sehari-hari.

.

Misalnya, menjemput sekolah setiap hari rabu karena ada ekstrakurikuler, jadi mertua atau orangtua kita punya waktu lebih lama untuk melihat cucunya saat menunjukkan kemampuannya. Satu contoh lagi, setiap hari minggu kakek dan nenek membuat masakan spesial kesukaan cucunya, dengan cara ini orangtua atau mertua kita akan merasa dihargai, merasa dibutuhkan perannya.

.

Sekali lagi kunci pertama kita memperbaiki keadaan ini adalah mental keberanian untuk berkonflik, dengan data dan fakta, bukan dengan emosi.

.

Jangan terlalu terburu-buru menyelesaikan masalah ini karena berkaitan dengan orang yang ada di luar diri kita. Karena yang dapat kita kendalikan adalah cara kita merespon kejadian, kita tidak bisa mengendalikan orang diluar diri kita.

.

Berikutnya, kita mengkondisikan anak-anak kita dengan cara mendekatkan secara emosional dengan orangtuanya. Ketika anak sudah dekat secara emosi dengan orangtuanya, insya Alloh kemungkinannya kecil untuk memilih kakek neneknya sebagi figur otoritas karena dia sudah memiliki teman yang asik, yaitu orangtuanya.

.

Kita sebagai orang tua sebaiknya juga mengajak anak untuk membuat kesepakatan tentang sikap ketika bersama kakek dan neneknya. Misal, kalau tidak ditawari tidak boleh merengek minta jajan atau mainan karena kita tidak tau kakek dan nenek punya uang cukup atau tidak. Kalau ditawari jajan atau mainan tidak boleh nolak tapi harus yang aman untuk kesehatan, karena kalau sakit waktu buat main dan jalan-jalan bersama ayah dan bunda akan berkurang.

.

Jadi kita menjelaskan ke anak tuntas, bukan dengan hanya dilarang ini itu namun beserta alasan yang masuk akal kita jelaskan juga sampai tuntas.

.

Semoga sharing kali ini bermanfaat,

Salam Hebat Penuh Semangat!

.

Untuk belajar lebih mendalam tentang pengasuhan anak dan keluarga, bisa bergabung dengan grup WA KHI saya, dapatkan juga materi parenting terbaru setiap harinya, Gratis!

.

Pendaftaran :

085649768468 (via WA)

Author: 

Related Posts

No Response

Tinggalkan Balasan