Mengapa Mertua Membenci Menantu?

Hal seperti ini paling banyak dialami oleh menantu perempuan dan mertua perempuan. Tidak seharusnya pertanyaan, “mengapa mertua membenci menantu?” ini ada jika terjalin komunikasi yang baik antara ketiga belah pihak, antara suami, istri dan mertua.

Ketika komunikasi tidak berjalan dengan baik, biasanya akan menjadi lingkaran masalah yang tidak kunjung selesai.

Rumah tangga rasanya semakin sempit dan tidak nyaman. Ketika muncul perasaan tidak nyaman inilah biasanya mulai meningkatkan sensitifitas perasaan masing-masing pihak.

Ada pemicu kecil saja bisa langsung jadi masalah besar. Namun juga ada yang hanya bisa memendam di hati, lalu menangis meratapi keadaan.

Saran saya stop bersedih sekarang juga, karena tidak baik untuk kesehatan dan jiwa jika bersedih terlalu lama. Sekarang kita bergerak maju mencari solusi dari masalah “mengapa mertua membenci menantu?”.

Sesuai dengan kodrat perasaan seorang perempuan, bahwa dirinya ingin dijadikan cinta satu-satunya oleh suami dan anak-anaknya. Nah ketika istri hadir, Ibu mertua merasa seakan ada cinta yang hilang dari anaknya.

Seolah menantu perempuannyalah yang merebut cinta kasih anaknya. Pandangan seperti ini memang salah, namun kalau kita hanya fokus ke salahnya gak akan ketemu solusinya.

Sambil nanti pelan-pelan memberikan pemahaman kepada mertua bahwa tidak ada niat menantu perempuan merebut cinta suami dari ibunya, namun karena memang kewajiban suami untuk mencintai istrinya juga.

Yang bisa dilakukan sekarang adalah dengan mulai membangun jalur komunikasi emosional dengan orangtua pasangan masing-masing. Duduk bersama suami, saling bertanya tentang sikap yang tidak disukai mertua dari diri kita, tulis di atas kertas.

Kemudian satu persatu tunjukkan sikap yang berlawanan dengan anggapan negatif mertua kepada kita selama ini. Konsisten lakukan satu persatu perubahan sikap kita dihadapan mertua.

Misal selama ini kita dianggap menantu yang kurang banyak bicara dan ramah, berarti mulai sekarang pura-pura aja menjadi banyak bicara dan ramah saat di hadapan mertua kita, tanyakan hal-hal yang berkaitan dengan minatnya, pasti akan panjang lebar pembicaraannya.

Misal lagi nih, selama ini kita dinilai keras dan kaku oleh mertua, ya sudah berarti saat di hadapan mertua nanti kita tunjukkan sikap yang lembut dan fleksibel.

Sebagai contoh kita membuat intonasi nada bicara kita lebih menurun secara nada karena selama ini sebagian besar nada bicara kita meninggi dan ketika ada hal yang tidak cocok dengan prinsip kita, jangan langsung di tolak, namun beri apresiasi atas pendapat mertua lalu berikan beberapa alternatif lainnya di sertai dengan data, fakta, rugi dan untungnya.

Mungkin ada yang masih merasa canggung dengan mertuanya, wajar…saja kok. Itu terjadi karena memang hubungannya secara emosi belum kuat.

Cara paling mudah dan cepat untuk mendekatkan emosi dengan mertua menurut pengalaman kami adalah dengan memberi kejutan kejutan yang diharapkan, misal dibelikan makanan kesukaan, diajak jalan-jalan ke tempat favorit mertua atau ke tempat yang memang mereka belum pernah datangi.

Komunikasi emosi yang akan jalan masuknya.

Oya dan satu lagi, selalu libatkan cucunya ya, karena perhatian mertua sudah tidak lagi utuh untuk anak-anaknya namun kepada mereka. Kan biasa tuh, kitanya disuruh balik, cucunya suruh ninggal, hehehe (rasanya kayak anak terbuang kitanya, hahaha).

Mereka tetap sayang kok sebenarnya kepada kita anak-anaknya, hanya saja sekarang mereka sudah menjadi seorang kakek dan nenek.

Oke ya, jangan lagi ada pertanyaan, “Mengapa Mertua Membenci Menantu?” karena sudah kita temukan pola masalah dan solusinya dari uraian di atas.

Selamat berakhir pekan bersama mertuanya masing-masing,
Praktekkan, pasti bermanfaat,

Salam Hebat, Penuh Semangat!

Untuk belajar lebih mendalam tentang pengasuhan anak dan keluarga, bisa bergabung dengan grup WA KHI saya, dapatkan juga materi parenting terbaru setiap harinya, Gratis!

Pendaftaran :
081231158998 (via WA)

Author: 

Related Posts

No Response

Tinggalkan Balasan