Penyebab anak tidak dekat dengan orang tua

Ssssttt…. saya bocorin nih beberapa sebab mengapa anak yang sudah masuk masa remaja menjauh dari orangtuanya, antara lain adalah :

.

Orangtua terlalu egois

Orangtua terlalu ingin anak aman

Orangtua semaunya sendiri

Orangtua selalu merasa paling benar

Orangtua kaku dalam komunikasi

Orangtua sering bertengkar

Orangtua tidak dapat melebur dalam pergaulan anak

.

Biasanya anak-anak yang sudah memasuki masa remaja akan lebih terlihat seperti “pemberontak” dan semaunya sendiri, tidak suka lagi diatur-atur oleh orangtuanya, apalagi jika peraturan itu tidak jelas atau tidak alasannya karena hanya untuk memenuhi ego orangtua.

.

Yang mau saya sampaikan kali ini,

.

Stop keegoisan kita sebagai orangtua daripada menyesal dikemudian hari, karena anak akan lari meninggalkan orangtuanya baik secara fisik ataupun emosi.

.

Saya yakin ada banyak orangtua yang sudah merasakan hal ini, minimal secara emosi. Anak remajanya sudah mulai meninggalkan orangtuanya secara emosi. Mereka biasanya memilih game atau komunitas pergaulan yang dapat menghargai diri mereka sebagai sesama manusia.

.

Banyak anak remaja merasa sangat terkekang oleh pola asuh orangtuanya yang kadang otoriter hanya untuk memenuhi egonya. Namun tidak semua karena alasan ego orang tua, jumlahnya sangat sedikit tapi tetap ada orangtua yang tidak tau diri seperti itu.

.

Dari banyak kasus sebab utamanya adalah terjadinya masa transisi yang kurang dinamis, masing-masing hanya menunggu waktu saja untuk menyelesaikan hal ini.

.

Orangtua merasa anaknya masih anak-anak, sedangkan anak remaja ini sudah merasa menjadi dewasa. Ketika masa transisi ini banyak orangtua masih menggunakan pola pengasuhan anak usia pra remaja, sedangkan anak-anak remaja ini butuh diperlakukan sebagai manusia dewasa.

.

Lalu bagaimana nih solusinya Kak Cand?

.

Lupakan semua ego kita sebagai orangtua kepada anak. Saya tau dan paham setiap orangtua ingin masa depan anaknya lebih baik dari dirinya. Belajarlah mengikhlaskan anak-anak kita menjadi apapun dalam bidang yang dia minati dan bakati, bantu dia menjadi yang terbaik di bidang itu. Bukankah kita hidup sebagai orangtua ini juga sebagai sarana ujian dari Tuhan, seberapa kita ikhlas kita mendidik amanah-NYA?

.

Kemudian meleburlah ke dalam dunianya, pelajari hal-hal yang sedang trend di lingkungan anak-anak remaja. Jadilah remaja lagi secara emosi ketika bersama anak remaja ini, sampai dia nyaman dengan kita sebagai temannya yang paling asik, hal ini dapat membantu membendung serangan-serangan hal negatif dari lingkungan pergaulannya.

.

Jangan malu atau gengsi saat menjadi remaja lagi ketika bersama anak remaja ini, karena kalau bukan kita sebagai orangtuanya siapa lagi yang akan mendampinginya berkembang sebagai manusia dewasa seutuhnya?!

.

Setelah itu buat anak remaja ini kagum dengan kemampuan-kemampuan kita yang belum dia miliki. Dengan cara ini kita lebih mudah mengendalikan pikirannya ke arah yang benar. Asal bapak ibu tau ya, banyak anak salah pergaulan pada awalnya karena dalam keluarganya tidak ada yang dia idolakan, kemudian dia memilih idola dalam pegaulannya namun pilihannya salah, rusak masa depannya!

.

Bersikaplah seperti biasa dalam proses ini, jangan terlalu terburu-buru ingin melihat anaknya berubah menjadi lebih baik. Cek dulu diri kita, sudah berubah menjadi seperti sosok yang diharapkan anak remaja ini belum?

.

Banyak orangtua yang belum membaca tulisan ini hanya mementingkan ego dan gengsi mereka ketika mendidik anak, saya harap itu bukan Anda. Kalaupun itu anda, segera perbaiki pola asuhnya.

.

Jangan nunggu sampai anak benar-benar meninggalkan keluarga karena keegoisan kita sebagai orangtuanya. Semoga ini bermanfaat.

.

Salam Hebat, Penuh Semangat!

.

Untuk belajar lebih mendalam tentang pengasuhan anak dan keluarga, bisa bergabung dengan grup WA KHI saya, dapatkan juga materi parenting terbaru setiap harinya, Gratis!

.

Pendaftaran :

085649768468 (via WA)

Author: 

Related Posts

No Response

Tinggalkan Balasan