Deskripsi Produk

Pagi itu saya dan Kak Candra Adhi Wibowo menemani Baba untuk ikut acara manasik haji. Baba berangkat lebih dulu dengan rombongan sekolah, kami berdua menyusul langsung ke Asrama Haji. Ketika kami sampai, segera kami menemui Baba yang sudah memakai baju ihram bersama teman-temannya. Beberapa anak cowok agak malu karena pundaknya kelihatan, kalau Baba sudah kami kasih tata cara memakai ihram jadi dia sudah tahu bagaimana cara memakainya.

 

Saat itu masih pembukaan dan baru selesai pelepasan balon. Kemudian saya berkata pada suami saya “Kalau Ayah juga pakai baju ihram juga pasti Baba seneng tuh.”

Suami saya kemudian berpikir dan bertanya, “Ambil kain ihram dulu nih ke rumah? Nggak telat?”. Saya pun santai menjawab, “Insya Allah enggak Yank, kalau Allah memberi ijin kita bisa mendampingi anak, pasti masih sempat. Yuk ambil sekarang.”

 

Yes, akhirnya kami balik pulang, ambil kain ihram dan balik lagi ke asrama haji. Setelah berganti pakaian di sebuah ruang ganti dadakan, kami mendatangi Baba segera. Alhamdulillah begitu kami sampai lokasi, dengan suami yang juga berpakaian ihram, kloter Baba sudah dipersiapkan. Masya Allah, saya banyak mengucapkan syukur saat itu.

 

Baba tertawa melihat Ayahnya memakai baju ihram yang sama dengannya. Saya lihat Ayahnya pun tersenyum pada Baba. Saya pun ambil posisi di samping Baba. Kami mendampinginya melakukan manasik haji, saya dan suami bergantian merekam kegiatan tersebut. Pada saat jumroh, saya mengambil bagian untuk merekam video, Ayah mendampingi Baba dan mengajarkan Baba melempar jumroh. Tak jarang saya kena lemparan batu dari anak-anak TK itu.

 

Saat saya tanya Baba, bagaimana perasaannya saat melihat Ayah datang dengan Baju Ihram yang sama dengan Baba? “Ya kaget tapi senang. Sueeenang banget.”

Seringkali kita ingin suami kita terlibat dalam proses pengasuhan, mungkin dilubuk hati beliau pun sebenarnya ingin terlibat, tapi bingung bagaimana cara memulainya. Disinilah kita sebagai istri seharusnya membantu beliau, memberi saran apa yang sebaiknya beliau lakukan agar lebih dekat dengan anak.

 

Dukungan kita sangat berarti bagi beliau, apalagi jika selama ini sudah terprogram bahwa pengasuhan dilakukan oleh ibu. Munculnya sosok Ayah dalam proses pengasuhan ini sangat penting lho. Ketika Ayah muncul dengan pakaian yang sama dengannya padahal Ayah boleh memakai baju yang lain, maka ikatan dan kepercayaan anak akan semakin besar, dan dengan bangga anak akan berkata “My Dad is My Hero”.

 

Efeknya apa? Anak tidak perlu mencari role model lain dalam masa pencarian jati dirinya karena Ayah ada di pihaknya, dan baginya Ayahnya sudah sangat keren. Berpikir kerenlah versi anak-anak ya Bu..

 

Dan itu semua butuh peran kita, Para Ibu Hebat, untuk membantu suami menjadi Pahlawan bagi anak-anak kita. Mungkin awalnya akan terasa berat, apalagi jika masih ada keegoan di dalam kita. Tinggal pilih aja deh, mau nerusin egonya apa nerusin perjuangan dalam mendidik anak.

 

Jika ingin terus mendidik anak, silahkan lanjutkan membaca.

 

Saya sendiri pun memahami, mengingatkan suami itu susah susah gampang karena kadang beliau tidak peka. Sudah hentikan main kode-kodean yang bikin suami makin bingung dan makin males. Katakan saja apa mau kita sebagai istri dan seorang ibu. Saya pernah mengalami memiliki seorang Ayah yang tidak peka atas keinginan saya, dan yang saya rasakan adalah saya merasa kesepian, seorang anak perempuan pun butuh sosok seorang Ayah lho. Dan itu jangan sampai terulang pada anak-anak kita karena akibatnya bisa fatal sekali, seperti pacaran bahkan sampai salah pilih pasangan hidup.

 

Kenapa bisa seperti itu?

 

Karena setiap anak butuh untuk diperhatikan oleh lawan jenisnya, dan itu sebaiknya didapatkan oleh Ayah.
Ayah yang selalu mengatakan betapa cantiknya kamu setiap hari, betapa indah bola matamu, betapa lembut rambutmu, betapa Ayah mencintaimu setiap hari. Setiap anak gadis ingin Ayahnya berkata itu, namun karena selama ini baik Ayah, Ibu maupun anak bingung memulainya, akhirnya hubungan Ayah dan anak menjadi tawar.

 

Begitupun anak laki-laki. Dia butuh diakui oleh laki-laki lain. Betapa kuatnya kamu, betapa hebatnya kamu, betapa tangguhnya kamu. Anak laki-laki butuh untuk diapresiasi atas hasil kerjanya. Jika dia tidak mendapatkan dari keluarganya, jangan heran jika dia akan masuk kelompok remaja yang mau memberi apresiasi atas usahanya, dan kelompok remaja itu tak selalu berdampak positif pada anak kita.

 

Tapi…, saya bingung Bubu bagaimana cara memulainya…

 

Saya tau cara memulainya cukup membingungkan. Itulah salah satu alasan kami mendesain secara khusus Modul “Dad, You Are My Hero”.

Modul ini kami persiapkan untuk membantu para Ayah dalam proses pengasuhan.

Apa saja isinya?
1. Mendidik Anak Laki-laki
2. Mendidik Anak Perempuan
3. Empat Pondasi Pengasuhan
4. Teknik Berkomunikasi dengan Anak
5. Bermain bersama Anak
6. Mengajarkan Ketangguhan

 

Ayah bukan hanya seorang pria yang bertugas mencari nafkah dalam sebuah keluarga, tapi Ayah adalah sosok pria yang berperan sangat penting dalam hal mengasah mental seorang anak, dan itu tidak dapat digantikan oleh seorang Ibu. Itulah kenapa Tuhan menciptakan kita berpasang-pasangan, untuk bekerjasama mencetak pemimpin yang tangguh, cerdas dan berakhlaq mulia.

 

Dad, are you ready to be The Hero?

Ulasan

There are no reviews yet, would you like to submit yours?

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Dad You Are My Hero”