Deskripsi Produk

Meski setiap anak terlahir cerdas namun tak semua anak tumbuh menjadi pribadi yang pintar.
.
Sebab, kecerdasan itu potensi yang jika tak dikelola dengan baik dan tepat takkan pernah teraktualisasi menjadi kepintaran. Pengelolaan kecerdasan sangat bergantung pada cara belajar.
.
Bagaimana cara belajar yang diterapkan orang tua pada anak sangat menentukan kualitas kepintaran anak. Sebab, jika cara belajar anak tak sesuai dengan karakternya, anak takkan pernah memahami apa yang diajarkan padanya.
.
Oleh karena itu, sebelum kita mendampingi anak belajar, pelajari telebih dahulu karakter anak untuk kemudian diterapkan cara belajar yang tepat untuknya.
.
Ada tiga cara belajar yang mewakili keragaman karakter belajar seorang anak. Karenanya, seorang anak pasti mempunyai karakter belajar dominan yang sesuai dengan salah satu dari tiga cara belajar tersebut.
.
Ketiganya yakni Visual, Kinestetik dan Auditori. Semua dimiliki anak yang bikin beda kadarnya.
.
Untuk memahami masing-masing cara belajar itu, kita bisa mengambil contoh jika Anda membelikan satu perangkat mainan robot bongkar-pasang beserta buku pandungan untuk merangkainya.
.
.
Visual.
.
Jika membaca petunjuk atau melihat gambar dalam buku panduan saja membuat anak Anda bisa merakit robot itu, kemungkinan besar anak Anda tipe visual. Jika ingin ke suatu tujuan, anak tipe ini lebih mengerti melihat peta ketimbang harus meminta petunjuk.
.
Jika anak Anda tergolong tipe ini, maka cara belajar yang tepat baginya yakni berbasis visual, misalnya dengan membelikan buku pelajaran yang dibutuhkannya. Karenanya, anak tipe ini relatif mudah untuk diberikan pembelajaran.
.
Karena keberadaan orang tua sebagai pembimbing tak lagi dominan. Sebab fungsi mereka bukan lagi untuk mengajarinya secara langsung, tapi sekadar membimbingnya.
.
.
Auditori.
.
Jika anak Anda butuh Anda untuk mejelaskan bagaimana cara merakit robot itu, maka kemungkinan anak Anda adalah tipe auditori. Di sini, tipe orang tua sangat dominan.
.
Mereka harus selalu hadir dan mendampingi proses belajar anaknya untuk memberikan penjelasan yang dibutuhkan oleh sang anak. Misalnya, anak ini butuh orang tua di sampingnya saat mengerjakan PR-nya.
.
.
Kinestetik.
.
Jika anak Anda butuh secara nyata menyusun bagian-bagian dari robot itu untuk disatukan menjadi robot utuh, maka kemungkinan besar anak Anda tipe kenistetik. Cara belajar anak tipe ini lebih berbasis praktek langsung dengan menyentuh, merasakan dan bersinggungan langsung dengan objek yang dipelajarinya.
.
Anak tipe ini cenderung mendapatkan pembelajaran di luar kelas ketimbang di dalam kelas yang monoton dan basis pembelajarannya audio seperti banyak diterapkan di sekolah-sekolah Indonesia.
.
Sebelum mengajarkan ke anak tentang hal ini, diri kita sendiri perlu belajar tentang tiga cara belajar ini dan kemudian melihat karakter belajar anak untuk mengetahui cara belajar yang tepat baginya. Sehingga pembelajaran yang dilakukannya menjadi lebih efektif.
.
Tak perlu ketat atau dalam waktu yang lama dalam pembelajaran. Namun yang terpenting adalah ketepatan dalam metode pembelajarannya, sehingga apa yang dipelajarinya menjadi tertangkap secara maksimal.
.
Jadi apa gaya belajar anak kita?

Temukan penjelasan lengkapnya di modul GAYA BELAJAR ANAK ini

Ulasan

There are no reviews yet, would you like to submit yours?

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Gaya Belajar Anak”