Pubertas tanpa didampingi orangtua, apa dampaknya?

Sekarang saya ajak bapak ibu untuk kembali ke masa lalu, wuzzzz….bayangkan, kira-kira saat kita puber dulu sebenarnya ingin didampingi orangtua atau mendewasa sendirian?
.
Sebagian besar anak remaja pasti tetap ingin mendapatkan perhatian dari orangtuanya. Meskipun kita sedang berjauhan dengan anak karena pekerjaan, tetap luangkan waktu untuk membangun kedekatan secara emosional dengan anak remaja kita.
.
Satu lagi nih, untuk anak-anaknya yang belum masuk masa remaja.
.
Sekaranglah saatnya mempersiapkan anak-anak kita agar sukses melewati masa pubertasnya nanti. Biasakan untuk ambil waktu ngobrol dengan anak, bukan ingin menasehati, menggurui atau justru malah marah.
.
Saya sudah sangat sering ketemu dan mendengar cerita dari anak-anak remaja yang hidupnya berantakan. Mungkin bagi orang lain mereka dianggap anak nakal dan pemberontak. Namun bagi saya mereka adalah anak-anak yang kehilangan figur orangtuanya.
.
Anak laki-laki biasanya jadi beringat dan pembuat onar, sedangkan anak perempuan remaja akan sering salah memilih pergaulan dan jatuh ke pelukan laki-laki yang belum tentu baik, meski sehari-hari kita lihat anak remaja perempuan itu pendiam.
.
Banyak anak kehilangan sosok orangtuanya, secara fisik ada namun secara bathin mereka tidak mendapatkannya, jangan sampai itu terjadi pada anak-anak kita.
.
Luangkan waktu kita untuk belajar menjadi orangtua yang sesungguhnya…
.
Ayo belajar di Keluarga Hebat Indonesia
Informasi dan pendaftaran :
081231158998 (via WA)

Author: 

Related Posts

No Response

Tinggalkan Balasan