Terapi untuk korban bullying

Terapi untuk korban bullying

terapi untuk korban bullying, cara menyembuhkan korban bullying, karakteristik korban bullying, cara memotivasi korban bullying, cara mengatasi trauma akibat bully, trauma bullying, apa yang harus dilakukan korban bullying
bangkit dari bully, cara mengatasi trauma bullying, keluarga hebat indonesia, candra adhi wibowo, 081231158998

Oke beberapa hari terakhir memang kita sedang dihebohkan dengan kasus perundungan yang dialami salah satu anak Indonesia. Namun begitu saya tidak akan membahas kasusnya. Malam ini kita akan belajar tentang hal yang lebih solutif, bukan hanya sekedar meratapi atau menyalahkan situasi.
.
Sekarang kita cek lingkungan terdekat kita, ingat-ingat kembali mengapa kasus seperti ini terus menerus terjadi? Dan jangan salah lo ya…masih banyak kasus yang belum terunggah ke media secara nasional
.
Ada asap selalu ada api, ada masalah selalu ada penyebabnya…
.
Tidak lain dan tidak bukan sebabnya adalah karakter dan citra diri anak yang kurang kuat di mata orang lain. Coba deh kita ke lingkungan preman, kalau dandanan kita rapi, tatapan mata kita sering menunduk, jalan bungkuk, ngomong dengan suara yang rendah. Nah kira-kira…kemungkinan kita di palak jadi semakin besar atau kecil?
.
Sebaliknya jika kita ada dilingkungan preman, kita pakai kaos oblong gambar tengkorak, celana jeans, pakai ikat kepala hitam gambar metal, tatapan mata tajam ke depan, jalan tegap, suara kita ubah menjadi berat dan jelas, apa yang terjadi?
.
Kemungkinan untuk dipalak preman akan semakin kecil atau malah mereka menganggap kita sedang studi banding dari kampung preman sebelah, sudah dianggap saudara sendiri, hahaha
.
Sampai disini mulai paham ya logikanya…
.
Kasus bully terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, namun juga karena kesempatan!

Terapi untuk korban bullying akan berusaha membantu semaksimal mungkin.
.
Sekarang kita lanjut ke bagian kedua, “Kalau anak saya malah sudah jadi korban Kak Cand, gimana dong?”
.
Pertama kita cek dulu, seberapa dalam efek yang dialami anak? Kalau memang sudah merusak masa depan anak misal kekerasan fisik yang membuat anggota tubuh tidak normal, harus tegas lapor ke pihak yang berwajib.
.
Namun kalau hanya bullying secara kata-kata dan kekerasan fisik yang wajar, misal dipukul atau ditendang, saya sarankan untuk membalasnya setimpal. Saya muslim dan di agama saya, Alloh memperbolehkan kita untuk membalas perlakuan tidak baik dari manusia lain dengan sikap yang setimpal atau tidak berlebihan.
.
Kalau dipukul sekali balas pukul sekali, kalau dikatain sekali, abaikan…kalau berlebihan boleh tampar mulutnya. Kalau akhirnya anak berkelahi, biarkan saja. Anak kita sedang latihan membela hak-hak dirinya sejak dini. Kita jangan ikut campur, biar anak menyelesaikan masalahnya sendiri.
.
Kalau orangtua dari anak lain ikut campur, tugas pertama kita adalah melindungi anak kita dari amarah orangtuanya. Orangtua sama orangtua, anak selesaikan sama anak.
.
Jangan lagi ada kata-kata yang kelihatannya benar tapi tidak bijaksana untuk masa depan anak seperti ini, “Sudah biarin aja, biar nanti Tuhan yang bales, yang sabar ya”. Saya gak habis pikir jika saat ini masih ada yang berprinsip demikian.
.
Masalah itu dihadapi dan diselesaikan bukan malah dihindari dan menyerah sebelum usaha. Ingat Tuhan menilai niat dan usaha kita. Balasan dari Tuhan itu pasti ada kok, hanya saja kita diijinkan mengetahuinya langsung atau tidak. Jangan sampai anak kita mati sia-sia karena pilihan sikap kita yang salah.
.
Selanjutnya saatnya atur strategi agar anak aman dari kekerasan fisik dan verbal ketika tidak bersama kita.
.
Masih ingat kan yang saya tulis di awal tadi tentang karakter dan citra diri yang belum kuat di mata orang lain. Sekarang evaluasi deh anak-anak kita, apakah secara karakter sudah terbentuk ketangguhannya?
.
Jika belum, sekarang saatnya membentuk karakter tangguhnya. Jangan ketika ada masalah , dikit-dikit kita bantuin. Biarkan anak terbiasa mencari solusi dan mengatur emosionalnya saat menghadapi masalah. Manjakan anak pada tempat dan kadar yang sesuai.
.
Ketika karakter sudah terbentuk, lanjut ke citra diri anak kita. Sekarang cek kembali bagaimana penampilan, cara berjalan, tatapan mata dan intonasi ketika berbicara. Kita orangtua pura-puranya sebagai calon pelaku bully, beri nilai tentang citra diri anak kita.
.
1 sampai 10 kira-kira kemungkinan kita untuk menjadikannya korban ada di angka berapa?
.
Nah, setelah tau hasilnya nanti, langsung segera perbaiki citra diri anak secara fisik juga ya, agar orang segan dan mikir 1000 kali sebelum gangguin anak kita.
.
Ahhh…capek nih ngetik, apa lagi yang baca ya…., sampai ngos-ngosan. Tapi gak papa kan, demi masa depan anak-anak kita.
.
Saya Kak Candra, untuk keluarga hebat Indonesia,
Salam Hebat, Penuh Semangat!

.

Pendaftaran program terapi untuk korban bullying silahkan mengubungi admin KHI di nomor :

081231158998 (via WA)

Author: 

Related Posts

No Response

Tinggalkan Balasan